Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya

Coba Jakarta Setiap Hari Libur Idul Fitri?

Saat menjelang hari raya, saya bersama keluarga mudik ke Jakarta. Saya asli Tangerang, Banten dan Istri dari Jakarta. Sangat bertolak belakang, saat yang lain dari kota menuju ke desa/kampung halaman, saya justru dari desa menuju ke kota.

Fenomena langka yang sulit ditemukan adalah Jakarta sepi. Jalanan di Jakarta begitu lengang. Hari normal saya ke Jakarta dari Tangerang membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam karena macetnya jalanan. Berbeda saat liburan hari raya Idul fitri, hanya membutuhkan waktu 1,5 jam.

Bepergian kemanapun sangat lancar. Tapi lain halnya jika menuju lokasi tempat wisata ramainya bukan main. Maklum saja para pengunjung umumnya bukan hanya orang Jakarta akan tetapi warga diluar Jakarta yang berniat untuk berwisata.

Jika akan berkunjung ke mall relatif sepi. Hanya pengunjung yang datang menghilangkan rasa bosan di rumah, makan sekeluarga, atau masih mencari discount pasca hari raya.

Sepinya jalanan Jakarta adalah fenomena yang sangat luar biasa. Biasa macet berubah menjadi lengang. Angkutan publik seperti bus transjakarta, MRT, angkot, buskota sepi penumpang. Coba Jakarta setiap hari sepinya seperti saat liburan Idul Fitri.

Maklum cuti bersama akan berakhir pada hari minggu, 10 Juni 2019. Bisa dikatakan sebagai puncaknya mudik. Senin para pegawai sudah kembali masuk kerja seperti biasa. Jakarta tentunya akan kembali ke semula. Kota terkenal dengan kemacetannya. Seolah berbagai inovasi adanya transfortasi massal tidaklah cukup. Asumsi saya mengatasi kemacetan Jakarta banyak faktor yang menjadinya pemicunya termasuk sikap dan perilaku masyarakat kota Jakarta sendiri dalam bepergian menggunakan jenis transportasi tertentu.

Coba Jakarta setiap hari libur Idul Fitri sungguh sepi dan terhindar dari kemacetan ibu kota terutama pada jam-jam masuk kerja dan pulang bekerja. Pasti rencana memindahkan ibu kota Jakarta akan dibatalkan karena salah satu alasan kemacetan sudah tidak ada.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar Pak, Jakarta kosong yah. Sukses selalu dan barakallahu fiik

08 Jun
Balas

Iya bunda sepi. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

08 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali