Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Caleg Koruptor Apakah Layak Dipilih?
Sindonews

Caleg Koruptor Apakah Layak Dipilih?

Manusia adalah makhluk bumi. Ada oknum manusia yang menjadi pelaku penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial merupakan tindakan melanggar nilai dan norma di masyarakat. Salah satunya adalah pelanggaran terhadap norma hukum.

Pelanggaran yang dilakukan adalah tindak pidana korupsi. Dikomandoi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberikan hak khusus untuk melakulan pencegahan, menangkapan, dan penuntutan. Bahkan memiliki lapas tersendiri untuk para napi koruptor. Selain KPK, ada juga pihak kepolisian dan kejaksaan terkait tindak pidana korupsi.

Para pelaku koruptor sesuai kesalahannya telah memiliki kekuatan hukum ikrah (tetap), setelah pelaku tidak lagi mengajukan banding atau pada level lembaga tertinggi Mahkamah Agung menolak kasasinya. Seorang pelaku koruptor harus menjalani hukuman sesuai putusan.

Para koruptor tersebut diantara ada yang aktif di partai politik. Bahkan saat mereka menjabat dipemerintahan melakukan tindakan korupsi. Setelah mereka bebas dari penjara. Entah apa yang menjadi alasannya, mereka kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif melalui partai politik atau perseorangan DPD.

Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat mengumumkan ada 40 mantan napi koruptor yang mencalonkan diri sebagai caleg melalui partai politik. Sedangkan 9 orang dari DPD. Hampir sebagian besar partai peserta pemilu 2019 memiliki calon eks koruptor. Apa sebenarnya tujuan KPU mengumumkan? Tidak lain supaya rakyat mengetahui profil bakal wakilnya di parlemen.

Masyarakat kini sudah bisa mengetahui nama-nama siapa saja yang mantan napi koruptor yang ikut pemilihan tahun ini. Tinggal membuka situs KPU pusat sudah dapat diketahui orang-orangnya.

Jika hal ini menjadi bakal referensi sebelum pemilu 17 April 2019, maka tinggal dicek apakah calon legislatif eks napi koruptor berada didaerah pemilihan Anda.

Seyogyanya para bakal calon legislatif harus bersih dan tidak pernah terlibat hukum. Mengapa harus demikian? Supaya seorang calon legislatif saat terpilih bisa memperjuangkan rakyat daerah pemilihannya. Rakyat akan sangat respek jika wakilnya orang yang bersih dan tidak pernah terlibat masalah hukum.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sikaaaaattt

03 Feb
Balas

Setuju Pak. Koruptor dibumi hanguskan saja. Sukses selalu dan barakallah

03 Feb
Balas

Nek wes tobatan nasuha dan nggak dicabut hak politiknya. Piye iku .Barakallah pak Mulya Al Bantani

03 Feb
Balas

Setuju pak. Kita tidak akan pilih caleg koruptor

04 Feb
Balas

Tenggelamkan pak.

03 Feb
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali