Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Bunda Mengizinkan Ayah Menikah Lagi
islamkafah. com

Bunda Mengizinkan Ayah Menikah Lagi

Menikah tahun 2006 silam. Kenal di bangku kuliah dengan pasangan hidup. Alhamdulilah sudah dikaruniai 3 buah hati.

Setelah menikah setiap orang diberikan rizki berbeda baik harta benda maupun anak. Ada yang setelah menikah kemudian mendapatkan promosi jabatan, membuka usaha, atau mendapatkan keturunan. Ada pula yang setelah menikah belum dikaruniai keturunan dan perekonomian terpuruk.

Semuanya telah Allah Swt atur apa yang terbaik untuk hidup kita. Semuanya sarat akan makna mendalam sebagai bentuk kasih dan sayang Allah Swt terhadap umatnya. Bisa anugerah atau ujian semuanya adalah cobaan.

Berumah tangga ibarat mengendarai perahu. Sang suami nahkoda dan istri wakilnya. Suami harus senantiasa menjaga stabilitas rumahtangga. Memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Kebutuhan istri baik lahir dan batin.

Saat perahu mendapatkan tumpangan baru. Buah hati (anak) satu, dua, tiga, dan seterusnya. Laki-laki atau perempuan. Terkadang sang nahkoda memiliki keinginan mendapatkan anak laki-laki untuk mengerjakan hal berat atau pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh wanita.

Allah Swt berkata lain, sehingga saya hanya diberikan anak perempuan satu, dua, dan tiga. Ada keinginan mendalam untuk mendapatkan anak laki-laki.

Saat di komunikasikan ada penolakan untuk memiliki anak lagi. Asumsinya karena sudah tiga dan beranjak tumbuh dewasa. Si sulung kelas 6 Madarsah Ibtidaiyah (MI), anak kedua kelas 3 MI, dan yang bungsu kelas 2.

Membayangkan memiliki bayi lagi bagi istri adalah hal yang merepotkan. Kemudian terjadi perdebataan akhirnya muncul kalimat " Bunda mengizinkan ayah menikah lagi" untuk mendapatkan anak laki-laki.

Secara pribadi saya bukan termasuk lelaki yang mendukung poligami walaupun itu titah agama. Mengapa demikian? Saya sampai saat ini belum yakin ada perempuan yang tidak cemburu ketika harus berbagi suami dengan perempuan lain.

Jika kasus ada lelaki yang beristri lebih dari satu dan makskimal empat. Saya hanya mendoakan semoga langgeng sampai anak cucu.

Terus saat istri berkata demikian apakah karena tekanan suami atau kesolehahan dirinya sendiri. Pada kondisi tekanaan atau emosional apapun yang terucap akan dibawah akal sadar manusia. Setelahnya akan ada penyelesalan.

Sebagai suami saya juga berpikir dengan keras bahwa keputusan istri yang keliru tidak harus selalu diturutin. Saya pun tidak berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Saya hanya berkata kepada istri. Jika cukup dengan tiga putri sudahlah. Kita bersama-sama mendidik anak-anak dengan baik.

Semoga Allah berikan kemudahan kepada kepada saya dan istri untuk mendidik anak. Sehingga kelak dapat menjadi kunci kedua orangtuanya masuk surga. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bsnyak anak banyak rezeki. Tambah anak bisa dgn tambah ..bini. Atau melahirkan lagi... Oke !!

21 Jul
Balas

He.. He.. Pak Sutanto mau mau nambah bini?

21 Jul

Satu sudah cukup pak Mulya, semuanya akan jadi bidadari kita di surga

21 Jul
Balas

Aamiin ya Allah

21 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali