Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Budaya Mudik Ala Indonesia
Medcom. id

Budaya Mudik Ala Indonesia

Anda orang Indonesia? Pastinya tidak asing lagi dengan istilah mudik. Istilah ini sangat familiar di masyarakat Indonesia. Mudik dilakukan untuk bersilaturahmi. Kembali ke kampung halaman atau tanah kelahiran dengan membawa keluarga atau tanpa keluarga.

Istilah mudik sangat erat sekali dengan mengisi liburan menjelang, saat, dan setelah idul fitri. Mengapa istilah mudik sangat erat sekali dengan idul fitri? Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Sehingga makna perayaan idul fitri sangat meriah dengan durasi waktu cuti bersama yang relatif panjang.

Mudik identik dengan perginya seseorang atau keluarga menuju kampung halaman/tanah kelahiran. Antonim mudik adalah mukot. Apakah mukot? Saat seseorang dari kampung kembali ke tanah kelahirannya di kota besar. Jadi mukot kebalikan dari mudik.

Lalu bagaimana yang tidak memiliki kampung halaman atau lahir di kota dan menikah atau tetap di tanah kelahiran. Tentunya tidak melakukan budaya mudik. Tetap bertahan di wilayah domisili. Mudik juga tidak bisa dipaksakan jika dukungan finansial juga tidak mumpuni. Jika setelah dihitung-hitung dengan melakukan mudik/mukot akan lebih besar pasak dari pada tiang.

Mudik hanyalah budaya. Kebiasaan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok, dimana saat liburan mereka melakukan aktivitas bersama yaitu kembali ke kampung halaman. Pada dasarnya budaya mudik adalah silaturahmi dalam bentuk lain.

Hakekatnya mudik adalah silaturahmi. Andaikan tidak mudik juga tidaklah masalah asalkan fungsi silaturahmi dapat dioptimalkan dengan banyak ragam cara. Apalagi zaman now cara silaturahmi dapat dilakukan banyak cara diantaranya memaksimalkan media sosial.

Jika memang akan melakukan mudik lakukanlah. Asalkan tidak mengabaikan berbagai kewajiban sebagai seorang muslim dan selama diperjalanan selalu waspada dan berhati-hati karena potensi kecelakaan senantiasa mengancam.

Semoga yang melakukan budaya mudik tujuannya tercapai sampai ke kampung halaman untuk bersilaturahmi sekaligus berlibur dan kembali ke tempat asal ketika waktu cuti bersama telah usai. Selamat mudik yang bagi yang memiliki kampung halaman.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali