Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Buah Tangan di Saat Ramadan Sepulang Bekerja
Media Indonesia

Buah Tangan di Saat Ramadan Sepulang Bekerja

Setiap orang bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Walaupun puasa hendaknya tidak berpengaruh dengan aktivitas bekerja. Ada hal yang berbeda, saat bekerja di bulan puasa. Waktu bekerja umumnya dikurangi. Masuk bekerja lebih siang dan pulang lebih awal.

Saat pulang bekerja, ketika ramadan, sepanjang jalan kepulangan banyak sekali yang menjajakkan makanan berbuka puasa. Biasanya sebelum pulang, saya akan mengkonfrimasi kepada orang rumah apakah menu berbuka puasa yang telah disediakan/dibuatkan. Setelah saya mengetahui menu berbuka di rumah, maka saya akan pulang membawa buah tangan sebagai pelengkap makanan untuk berbuka puasa. Mengapa konfirmasi terlebih dahulu? Khawatir tabrakan dengan menu berbuka yang sudah dibuat istri, wah repot bisa terjadi salah faham. Contoh, saya pulang membawa gorengan, saat sampai di rumah ternyata istri membuat menu buka puasa gorengan. Siapa yang akan makan ketika jumlah gorengan berlebih saat berbuka.

Komunikasi pada akhirnya menjadi sangat penting, supaya buah tangan yang kita bawa menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh orang rumah. Bukan mahal atau murah harga makanan yang dibeli akan tetapi apakah makanan yang dibelikan sesuai kebutuhan atau tidak. Disukai orang rumah adalah perioritas utama.

Hal yang selalu saya ingat adalah saat sampai di rumah, anak-anak menyambut dan membawa bungkusan yang saya bawa. Muka anak-anak yang semeringah dengan rasa penasaran perihal apa yang ayahnya bawa saat pulang. Saya biasanya hanya tersenyum, padahal istri sudah tahu apa yang saya bawa pulang sebagai buah tangan.

Membawa buah tangan menjadi hal yang sangat mengesankan bagi anak-anak, apalagi saat di bulan ramadan. Ayahnya pulang membawa sesuatu buat mereka. Saat berbuka, ketika anak-anak memakannya dan mengatakan, enak ayah. Bahkan makanan yang dibawa habis tanpa sisa adalah kebahagiaan lebih. Sudahkan Anda menyiapkan buah tangan apa yang akan dibawa saat ramadan?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah, good daddy. Mantap mas Mulya. O, ya saya punya teman guru Geografi di Tangerang namanya Sarjoko, mungkin jenengan kenal.

14 May
Balas

Wow Mas Mulya sekali-kali boleh lah dikirim ke Madura buah tangannya hehehe tapi kebangetan jauhnya dari Tangerang Salam kenal dari jauh

14 May
Balas

Pak Mulya, ayah yang penyayang untuk putrinya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

14 May
Balas

happy family....

16 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali