Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Buah Cermei Sudah Mulai Langka di Tangerang
Buah Cermei Samping Rumah sudah mulai berbuah. Sumber:Dokumentasi Penulis

Buah Cermei Sudah Mulai Langka di Tangerang

Bagi siapapun yang hidup pada zaman old tentunya mengenal buah cermei. Pada zamannya buah ini sangat terkenal dengan dibuat manisan cermei dengan rasanya manis, enak, dan warna warni.

Dahulu di kampung saya buah cermei relatif banyak. Zaman now buah ini sudah langka sampai saya menanam kembali di samping rumah. Sekampung bisa dikatakan hanya saya yang memiliki tanaman ini.

Memiliki rumah dikampung dengan sebidang tanah yang relatif tidak begitu luas. Alhamdulilah masih menyisakan tanah dikiri, kanan, dan belakang rumah walaupun tidak begitu luas. Saya manfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman yang sarat akan manfaat baik untuk pengobatan maupun buah/daunnya untuk digunakan/dikonsumsi. Pada kesempatan berikutnya mungkin bisa saya ulas satu persatu.

Alhamdulilah memiliki hobi bercocok tanam tersalurkan. Berbagai jenis tanaman yang coba tanam adalah tanaman yang spesial. Saya mengingat semua sejarah tanaman yang berhasil saya tanam seperti buah tin, bunga teleng, cermei, lengkeng, jambu air, jambu batu, jeruk, kunyit, jahe, lengkuas, pandan, sarang, mangga, pepaya, dan aneka jenis pisang.

Pada kesempatan ini saya akan membahas tanaman cermei disamping rumah. Tanaman ini saya dapatkan dari Kramatjati Jakarta Timur DKI Jakarta.

Saya tinggal di Tangerang, Banten membawa 2 bibit cermei dengan susah payah. Kemudian saya tanam Alhamadulilah keduanya tumbuh. Satu tumbuh dengan subur dan sudah berbuah yang satu terkendala pertumbuhan sampai sekarang ukurannya masih kecil saja.

Banyak orang yang meminta daunnya sebagai obat. Saya belum mengetahui fungsi daun cermei untuk pengobatan sakit jenis apa?. Biasanya saya persilahkan untuk mengambil sebanyak yang diperlukannya. Maklum rumah dipinggir jalan sehingga ranum buah cermei terlihat dijalanan.

Awal berbuah, pohon cermei terus berbuah seolah tak mengenal musim. Andaikan dimakan langsung rasanya sangat asem akan tetapi menyebarkan.

Awalnya muncul bunga pada batang pohon cermei dan bunga tersebut berbuah. Sehingga buahnya bertumpuk pada batang pohon setangkai buah jumlah bisa lebih dari 20 buah cermei. Saat pagi biasa menghampar jatuhan buah cermei. Ditambahkan lagi apabila malam menjelang menjadi tempat tidur ayam kampung peliharaan.

Bagi saya seolah mereview puluhan tahun silam. Mencoba searching menu membuat manisan cermei. Tinggal mencari bahan pembuatnya, lakukan, manisan cermei jadi. Semoga saja anak-anak saya generasi zaman now menyukainya. Sehingga pohon cermei dapat lebih bermanfaat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wuiih...ngilu pak kebayang asemnya...hehehe. Di Medan pun sudah mulai langka. Baarakallah...Pak.

15 Apr
Balas

Iya Bu, rasanya sedih tanaman yang ada kaitannya dengan masa lalu kita hilang terancam kepunahan

15 Apr

Saya mau, Pak. Boleh lah dikirim ke Wonosobo. Hehe.

15 Apr
Balas

Mmm harus buka usaha penjualan daring percermaian ini mah? Salam literasi bu

15 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali