Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya

Berkompetisi Itu Sarat Pembelajaran Hidup

Hidup sangat dinamis. Bagi siapapun apabila memiliki jiwa tertantang, suka dengan perjuangan, suka berkompetisi, berjuang untuk menjadi yang terbaik, kesemuanya adalah pembelajaran hidup.

Memiliki jiwa pejuang adalah memilih untuk berkompetisi. Berusaha melakukan yang terbaik. Melakukan apapun untuk menjadi pemenang. Menyelami proses juara adalah kebanggaan akan tetapi kalau kalah adalah kemenangan yang tertunda.

Menjadi pemenang dalam suatu kompetisi bukanlah tanpa persiapan. Memenangkan perjuangan untuk menjadi yang terbaik membutuhkan usaha yang keras dan ulet sebelum menghadapi pertandingan, saat lomba harus memiliki mental juang, tenang, optimis, ulet, dan tak mengenal menyerah, dan saat telah selesai lomba hasilnya menang atau kalah jadikan pembelajaran.

Menang alhamdulillah jangan pernah sombong apabila kalah artinya atas kehendak Allah SWT kita belum beruntung. Allah memiliki tujuan mengapa kita kalah dalam kompetisi tersebut.

Pemenang kompetisi selalu yang terbaik. Tindak mungkin juaranya lebih dari satu. Terbaik itu satu, bukan dua, tiga, atau empat.

Jangan pernah lelah berkompetisi. Kompetisi itu sarat akan pembelajaran hidup seperti:

  1. Persiapan matang, mau menjadi yang terbaik harus direncanakan/dipersiapkan dengan matang. Semakin lama dan efektif persiapannya maka dalam kompetisi kita jauh lebih siap untuk berkompetisi.
  2. Pergunakan berbagai sumber belajar, menjadi terbaik harus dipersiapkan dengan belajar, belajar, dan belajar. Belajar dapat dilakukan dari banyak sumber belajar.
  3. Siapkan mental, berkompetisi harus memiliki mental juara. Tenang dalam bersikap dan berprilaku. Semua manusia adalah sama. Semuanya orang makan nasi. Semua orang memiliki otak. Semuanya memiliki potensi yang sama sehingga siapapun bisa menjadi pemenang, mental juara harus dimiliki. Yakin pasti siapapun bisa menjadi juara.
  4. Kekuatan doa, selain usaha yang dilakukan maskimal kekuatan doa. Doa tidak boleh dikesampingkan. Doa bisa dari orang disekitar kita, seperti guru, teman, kedua orangtua, taman sepermainan, dan masyakarat.
  5. Berjuang tidak mengenal akhir, saat berkompetisi jika yang terbaik belum dapat diraih. Sebatas kita masih memiliki peluang menjadi yang terbaik terus upayakan untuk mengikuti kembali pertandingN sehingga tercapai raihan terbaik.

Teruslah berjuang untuk menjadi yang terbaik. Ikuti berbagai kompetisi dengan cara yang sehat dan santun dalan melakukan perjuangan untuk menjadi yang terbaik. Teruslah raih berbagai juara dalam kompetisi apapun dalam berbagai pertandingan/kejuaraan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali