Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Belajar dari Semut, Mengapa tidak!
Dokumentasi Penulis

Belajar dari Semut, Mengapa tidak!

Sore ini tanpa disengaja saya melihat gundukan pasir. Iseng saya perhatikan ternyata banyak pasukan semut yang membawa butiran pasir dari lubang secara bersama-sama. Pasir hasil bawaannya tertata rapih disekitar lubang.

Entah tujuannya apa? Pastinya gundukan pasir tersebut berada di konblok yang notabene sebelum dipasang pada tanah yang akan dipasang konblok diberikan pasir terlebih dahulu. Tujuannya saat konblok dipasang posisinya supaya rata. Kemudian datanglah semut. Mereka membuat lubang sepertinya untuk membuat sarang.

Hal yang luar biasa adalah adanya kerjasama saat semut membuat sarang. Membawa butiran pasir secara selaras tanpa habatan. Seolah tanpa lelah, untuk tujuan yang jelas. Memiliki sarang untuk kelompoknya.

Jika saya perhatikan jumlah gundukan pasir bisa mencapai ribuan butir pasir. Semut merupakan hewan kelompok. Struktur pemerintahannya ada ratu yang bertugas untuk bertelur, ada semut raja, ada semut pekerja, dan semut pasukan perang. Semua pembagian kerjanya jelas.

Spesies semut jumlahnya sangat banyak. Tetapi setiap komunitas semut memiliki kelompoknya tersendiri. Jika diperhatikan setiap melakukan apapun diantara anggota semut saling berkomunikasi dengan berbagi enzim tertentu. Seolah bersalaman.

Bahkan untuk jenis semut rangrang, jika seekor semut terbunuh akan mengeluarkan bau yang khas. Bau tersebut akan tercium oleh rekannya dan tidak lama, semut penyerang akan datang dan menyerang si penyebab kawannya tewas.

Apa yang dilakukan semut siapa yang mengajarinya? Semuanya adalah insting hewani. Insting hewani lahir atas petunjuk langit. Bagi manusia yang berakal tentunya dapat mengambil hikmah atas pembelajaran yang ditunjukan oleh aktivitas semut.

Perihal kerjasama kelompok, pembagian tugas/kerja yang jelas, menyelesaikan apa yang menjadi tanggungjawab setiap semut, berkomunikasi efektif dengan banyak cara. Pastinya pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok akan jauh lebih mudah.

Misalnya saja dalam dunia literasi. Satu hari saja menulis bisa menjadi buku. Gurusiana sebagai blog guru terbesar yang beranggotanya 30.000 lebih. Jika 100 gurusianer menulis dengan tema yang sama dalam rentangan waktu 2 jam, saat terkumpul bisa menjadi buku.

Sesuai peribahasa 1 lidi tidak akan berfungsi efektif untuk membersihkan sampah dibandingkan 100 lidi yang diikat dalam satu kesatuan. Belajarlah dari aktivitas semut, mengapa tidak?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Jadi pelajaran buat kita

10 Feb
Balas

Iya Bunda. Banyak hal yang dapat dijadikan pembelajaran di alam. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagiam, dan sukses selalu. Barakallah buat bunda Jantimala

11 Feb

Setuju Pak, semut makhluk berkoloni, kita pun bisa. Sukses selalu dan barakallah

10 Feb
Balas

iya bu. Manusia seharusnya dengan potensi otaknya bisa jauh lebih baik. Belajarlah dari alam sekitar itu sangat efektif jika mampu mengaplikasinyanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat ibu Pipi

11 Feb

iya bu. Manusia seharusnya dengan potensi otaknya bisa jauh lebih baik. Belajarlah dari alam sekitar itu sangat efektif jika mampu mengaplikasinyanya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat ibu Pipi

11 Feb

Keren...

10 Feb
Balas

Terima kasih atas apresiasinya. Salam kenal dan salam literasi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buat Ibu Endah Rekna

11 Feb

Semut mengajarkan gotong royong dan kepemimpinan. Baarikillah Pak Mulya Al Bantany

10 Feb
Balas

Iya Abah. Belajar dari alam sekitar sungguh luar biasa, jika seseorang mau berpikir. Terima kasih atas apresiasinya. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah buah Abah.

11 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali