Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Berbuat Baik itu Relatif, Mengapa?
www. salambooks.id

Berbuat Baik itu Relatif, Mengapa?

Baik, merupakan perbuatan yang positif. Sehingga harus dipertahankan. Alasan orang berbuat baik itu berbeda-beda. Kebaikan itu merupakan hal sulit, mengapa demikian. Baik itu banyak halangan dan rintangan saat melakukannya. Niatkan karena Allah.

Jika perbuatan baik dilakukan terang-terangan, identik dengan riya, ingin dilihat orang, pencitraan, sombong/ujub, tidak peka terhadap penderitaan orang lain, tidak ikhlas, dan lain sebagainya.

Lalu hendaknya seperti apa saat berbuat baik? Jika tangan kanan berbuat baik seyogyanya tangan kiri jangan sampai tahu. Berbuat baik itu idealnya adalah sembunyi-sembunyi. Membantu oranglain tanpa sepengetahuan orang lain supaya tidak multitafsir dari orang lain dan mengkebiri rasa sombong dalam diri orang yang berbuat baik. Berbuat baik itu ibarat membuang sampah jangan sampai diucapkan atau diungkit-ungkit kembali.

Perbuatan baik itu menjadi sangat relatif pada akhirnya. Seseorang berbuat baik belum tentu tulus dan ikhlas. Jangan-jangan ada udang dibalik rempeyek.

Semisal masyarakat di kampung saya mengetahui, ada seorang ibu berkeliling kampung dengan kalung emas yang besar dibonceng oleh lelaki perawakan kekar. Selidik punya selidik ternyata si Ibu seorang rentenir dari perumahan sekitar kampung. Bunganya wow. Tujuan berbuat baik memberikan pinjaman bagi orang yang membutuhkan terapi niatnya mengeruk keuntungan dibalik kesulitan orang lain.

Ada lagi kasus lain tentang kebaikan, jika sedang berpergian jauh waspada terhadap orang baru dikenal yang menawarkan makanan dan minuman. Saat kita menerimanya, ternyata orang tersebut telah memasukan obat bius. Kemudian semua barang bawaan raib. Tindak tanduknya baik ternyata penjahat.

Banyak lagi modus-modus penipuan lainnya. Awalnya bersikap dan berprilaku baik. Saat korbanya sudah mulai percaya baru dilakukan modus penipuan. Saat dirasa telah mendapatkan hasil akan kabur tanpa diketahui rimbanya.

Walaupun banyak kasus kebaikan palsu. Jangan pernah apriori terhadap perbuatan baik. Caranya saja yang harus diperbaiki. Bisa mengunakan istilah no name atau hamba Allah saat berbuat baik. Banyak pula lembaga-lembaga terpercaya untuk berbuat baik.

Berbuat baik idealnya orang yang dibantu tidak mengetahui telah kita bantu. Yakinlah bahwa kebaikan sekecil apapun jika tulus dan ikhlas dan dilakukan dengan tepat. Allah Swt maha tahu atas niat seseorang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali