Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, fotografi, dan me...

Selengkapnya
Apakah Indonesia Perlu Mengimpor Guru?
medcom.id

Apakah Indonesia Perlu Mengimpor Guru?

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi juga bisa menjadi beban negara. Permasalahan utama negara untuk menjadi negara maju adalah peningkatan kualitas penduduknya. Cara paling efektif meningkatkan kualitas penduduk melalui pendidikan.

Indonesia sudah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai perubahan kurikulum pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas penduduk Indonesia. Bahkan anggaran pendidikan di APBN telah mencapai 20 % yang mencakup semua hal dalam ranah pendidikan. Salah satu terpenting dalam pendidikan adalah guru. Ada anggapan berhasil atau tidaknya proses pendidikan tergantung guru, padahal masalah pendidikan itu sangat kompleks. Padahal selain guru, ada peran orangtua dalam memberikan pendidikan di rumah, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum, dan lain sebagainya. Guru hanya satu di antaranya.

Lalu bagaimanakah kondisi guru di Indonesia? Guru di Indonesia statusnya dibagi menjadi dua yaitu guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru honorer. Guru honorer juga dibagi menjadi dua ada honorer K2 dan honorer umum. Idealnya, apapun status guru apakah ASN atau Honorer baiknya hak dan kewajibannya yang diterima harus sama. Faktanya belum demikian, masih banyak guru honorer yang gajinya masih jauh dari kata cukup. Padahal sudah ada undang-undang guru dan dosen dan berbagai aturan lainnya. Faktanya berbeda dilapangan, masih ada kesenjangan antara guru ASN dan honorer. Padahal status guru itu secara aturan minimal sarjana mulai level pendidikan terendah dan harus memenuhi syarat sebagai guru profesional dan disertifikasi. Tuntuntan kepangkatan bagi ASN juga mengharusnya guru berpendidikan setingginya mungkin. Lalu bagaimanakah kualitas guru di Indonesia?

Berpakah jumlah guru di Indonesia? Menurut Kemendikbud, jumlah guru se Indonesia sekitar 3,017 juta, sekitar 1,5 juta masih honorer. Ternyata guru dengan jumlah sebanyak itu masih disangsikan kualitasnya, sehingga ada ide untuk mengimpor guru dari negara lain untuk mengajar di Indonesia. Gagasan tersebut seperti dilansir CNN Indonesia dicetuskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Puan Maharani saat menghadiri acara Musrenbangnas (Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional) di Jakarta. Gagasan ibu menteri yaitu akan mengundang guru/pengajar dari luar negeri guna mengajar di Indonesia. Seolah gagasan tersebut menunjukkan kesangsian terhadap kualitas guru di Indonesia. Seolah guru Indonesia tidak berkualitas, maka perlu guru dari luar negeri yang berkualitas yang bisa memberikan terbaik bagi rakyat Indonesia.

Selaku pendidik, tentang rencana impor guru saya sangat keberatan. Permasalahan pendidikan itu sangat kompleks. Idealnya adakan saja rekrutmen pendidik (guru) yang siap ditempatkan di daerah kekurangan guru tentunya dengan memperhatikan kebutuhan hidup guru tersebut, kesejahteraanya, sarana dan prasarana pendidikan untuk kepentingan mendidik di lokasi, serta perumahan untuk guru yang bersangkutan. Itu cara yang lebih bijak, memberikan peluang kepada guru terbaik Indonesia untuk mengabdi bagi nusa dan bangsa. Pengabdian mereka dihargai dengan layak.

Impor guru dimungkinkan akan menciptakan masalah baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Masalah di lapangan atau di sekolah-sekolah sangat berbeda secara teori dan praktik seperti keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, keterbatasan jumlah guru, lingkungan tempat belajar siswa, budaya masyarakat setempat, dan banyak lagi faktor lainnya. Coba bayangkan guru impor tersebut saat datang ke lokasi yang serba keterbatasan apakah guru tersebut dapat mengajar seperti apa yang telah dilakukan dinegara asalnya? Lalu berapa bayaran yang guru impor dapatkan apakah sama dengan guru di Indonesia? Pastinya tidak, minimal sesuai dengan gaji mereka di negara asalnya.

Masalah pendidikan itu perlu menjadi bahan kajian yang mendalam. Ranah pendidikan merupakan hal yang sangat penting sebagai penentu meningkatkan kualitas penduduk asalkan cara yang dilakukan tepat, efektif, benar, dan tepat sasaran, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan guna melahirkan generasi-generasi berkualitas yang berasal dari putra/i terbaik bangsa Indonesia. Baiknya impor guru tidak perlu dilakukan karena kualitas guru Indonesia masih mampu mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa dimanapun lokasinya, asalkan kebijakan pihak terkait berpihak pada guru.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali