Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Apakah Bunuh Diri Sebuah Solusi?
Sains Kompas

Apakah Bunuh Diri Sebuah Solusi?

Setiap orang memiliki permasalahan hidup. Setiap permasalahan berbeda menyelesaikannya. Yakinlah bahwa Allah Swt memberikan permasalahan pasti ada solusinya asalkan setiap manusia mau berikhtiar.

Saya menulis mengangkat tema ini karena ada dua kasus yang terjadi disekitar tempat tinggal penulis. Sehingga tergerak untuk mencoba membuat opini "apakah bunuh diri sebagai suatu solusi?" kalimat tersebut mungkin ada dibenak korban sebelum melakukan tindakan bunuh diri.

Sadar atau tidak setan selalu berusaha membisik untuk mengajak anak cucu Adam as tersesat dan masuk kedalam perangkap setan. Jika tergoda akan menemani setan di neraka. Waspadalah terhadap segala tipu daya setan.

Kasus pertama seorang pemuda gantung diri di jembatan Sungai Manceuri Balaraja, Tangerang. Berdasar informasi warga di lokasi pemuda tersebut menyelempangkan sarung bolak balik di sekitar jembatan. Bahkan sempat membeli minuman di warung sekitar jembatan. Pada akhirnya diketemukan warga dengan lilitan sarung dengan kondisi telah tewas dibawah jembatan.

Berdasarkan informasi kepolisian pemuda tersebut dari kecamatan sebelah. Alasannya bunuh diri adalah hubungan dengan pujaan hati tidak direstui orangtua perempuan dan sang gadis dinikahkan dengan lelaki lain. Berdasarkan informasi berbagai sumber si pemuda lebih baik mengakhiri hidup daripada tidak bisa bersatu dalam mahligai cinta dengan sang kekasih.

Terbaru pada kasus kedua yang terjadi minggu 9 September 2018. Awal cerita saat suami istri bekerja kemudian memiliki seorang anak. Saat bekerja anaknya dititipkan ke kakek dan nenek orangtua lanaknya

Kemudian sang suami kontrak kerjanya tidak diperpanjang akhirnya menganggur. Sang suami hanya tinggal dirumah kontrakan tanpa aktivitas. Kebiasaan rutin mengantarkan anaknya ke orangtuanya masih dilakukan.

Pada hari minggu 9 September 2018 pukul 11.00 Wib sang ayah mengambil anaknya di nenek dan kakeknya dengan alasan sepi dirumah. Kakek dan neneknya pada awalnya tidak mengizinkan karena memaksa akhirnya diberikan. Istrinya lembur kerja saat itu.

Malang tak dapat ditampik disebuah kontrakan di wilayah Balaraja terjadi kehebohan bahwa sang anak yang baru berusia 4 tahun meregang nyawa akibat bekas cekikan sang ayah. Sang ayah diketemukan telah tewas meminum racun. Saat warga menemukan sang anak sempet bernafas dan berusaha diselamatkan dibawa kerumah sakit akan tetapi Allah Swt berkehendak lain akhirnya meninggal di rumah sakit setelah dokter berusaha menyelematkan ternyata tidak berhasil. Saat istrinya tahu pun histeris suami dan anaknya meninggal dengan cara demikian.

Informasi yang berkembang adalah suaminya depresi akibat di PHK kerja dan merasa bahwa tidak lagi berguna sebagai suami. Justru yang mencari nafkah adalah istrinya. Mingkin saja ada faktor lainnya yang menyebabkan kenapa peristiwa itu terjadi.

Secara pribadi bagi saya sebagai orang awam dalam hal masalah kejiwaan. Bunuh diri adalah sebuah keputus asaan. Saat ada masalah seolah hidup telah selesai. Tidak solusi lain selain mengakhiri hidup. Nauzubilah.

Padahal jika keimanan dan ketaqwaan seseorang dasarnya sudah baik, maka bunuh diri tidak akan dilakukan. Resiko hidup setelah bunuh diri adalah keabadian di neraka. Sebagai umat beragama harus yakin itu.

Hidup adalah perjuangan untuk meraih surga atau neraka. Jika orang hidup normal saja belum tentu mendapatkan surga bagaimana dengan orang yang bunuh diri/meninggal dengan cara yang keliru dipastikan neraka sudah menantinya.

Bunuh diri bukan satu solusi dalam mengatasi permasalahan hidup akan tetapi bentuk keputusan dan rendahnya pengetahuan agama yang mencerminkan rendah pula keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada Allah.

Sadarilah bahwa hidup sarat dengan masalah. Saya malah tidak memandang sebagai suatu masalah tetapi tantangan hidup. Setiap orang memiliki tantangan hidup. Pembedanya adalah kadar tantangan hidupnya. Allah maha tahu mengapa tantangan hidup itu diberikan kepada seseorang.

Lalu bagaimana dalam menghadapi tantangan hidup? Ikhtiarkan secara maksimal dalam menyelesaikan setiap tantangan hidup, maksimalkan fungsi otak untuk mencari solusi, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain yang kita anggap mampu menyelesaikan tantangan hidup kita, lakukan dengan ulet, dan pantang menyerah.

Terakhir minta restu kedua orangtua (jika mereka masih ada), dan berdoalah kepada Allah Swt supaya tantangan hidup kita dapat terselesaikan dan mendapat petunjuk dan kemudahan dari Allah Swt.

Hidup itu adalah kesempatan yang Allah Swt berikan kepada kita melalui kedua orangtua kita. Sebagai makhluk paling mulia dimuka bumi jangan pernah lupakan sang pencipta. Hidup didunia dasarnya adalah Al Quran dan Hadist. Berbuatlah yang terbaik selama hidup sehingga dapat sukses di dunia dan beramal serta ibadahnya dengan tulus dan ikhlas sehingga kelak kita layak mendapatkan surga-Nya. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga kita dijauhkan dari yang demikian..

11 Sep
Balas

Aamiin ya Allah

11 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali