Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Andaikan Panca Indera Tak Berfungsi?

Andaikan Panca Indera Tak Berfungsi?

Setiap orang memiliki panca indera. Kata panca mengandung arti lima. Sedangkan indera merupakan alat untuk mengetahui lingkungan sekitar. Panca indera lima alat untuk mengetahu lingkungan sekitar. Bahkan ada orang yang memiliki indera keenam yang disebut mata batin. Mata batin merupakan indera tambahan untuk mengetahui hal-hal lain diluar panca indera. Panca indera sendiri meliputi indera penglihatan (mata), indera pendengar (telinga), indera pembau/penciuman (hidung), indera pengecap (lidah), Indera peraba (kulit).

Allah Swt memberikan panca indera dengan masing-masing fungsinya. Apakah pernah membayangkan jika panca indera kita tidak berfungsi?

  1. Indera penglihatan (mata), jika mata kita mendadak buta karena suatu penyakit atau kecelakaan. Maka penglihatan hanya warna hitam. Gelap gulita. Gerak kita akan sangat terbatas. Berjalan harus selalu berpegangan pada benda yang ada disekitar diri kita. Seseorang harus terbiasa dengan kondisi tersebut. Bahkan menyerah pada keadaan sehingga mengakhiri hidupnya. Sampaikan hal berakhir? Sampai penglihatan tersebut dapat kembali. Kemungkinan sangat kecil, karena harus ada orang yang bersedia mendonorkan matanya. Itu bukanlah perkara mudah. Membutuhkan banyak biaya. Dalam keterbatsan maka seseorang harus mampu beradaptas sampai ajal kan menjemput. Semoga saja ini tidak terjadi pada diri kita.
  2. Indera pendengar (telinga), Jika telinga kita mengalami kerusakan maka dunia akan terdiam. Tanpa suara, sepi, sunyi, dan senyap. Semuanya selalu tenang. Saat berkomunikasi dengan orang hanya ada bahasa gerak bibir. Memahami gerak tubuh juga bukanlah hal mudah karena semuanya harus dimulai dari nol. Jika awalnya normal kemudian kehilangan pendengaran. Membutuhkan ekstrakesabaran tanpa batas dalam menyampaikan atau menerima suatu pesan. Merubah kebiasaan komunikasi suara menjadi isyarat atau gerak tubuh. Semoga saja kita tidak akan kehilangan indera pendengaran.
  3. Indera pembau/penciuman (hidung), andakan hidung kita mengalami kerusakan fungsi. Semua bau/wangi akan hilang dalam hidup kita. Hidup tanpa bau/wangi. Kita akan begitu merindukan bau/wangi. Kita akan merindukannya. Kita harus mengucapkan selamat tinggal pada bau/wangi. Semua hal dalam hidup seperti wangi makanan, kue, minyak wangi, dan semua hal. Siapkah kita kehilangan indera pembau? Semoga saja tidak.
  4. Indera pengecap (lidah), lidah? Saat makan atau minum maka lidah akan mengidentifikasi rasa. Asin, panas, dingin, asin, asam, enak, dan semuanya. Jika fungsi pengecap hilang maka semuanya tidak ada rasa. Hambar tanpa rasa. Apapun masuk kedalam mulut adalah rasanya sama yaitu tidak ada rasa. Tidak terbayangkan selama hidup memakan sesuatu tanpa rasa. Pasti teramat berat untuk menjalaninya.
  5. Indera peraba (kulit), kulit dapat merasakan sentuhan. Ada rasa saat sentuhan. Rasa kasih sayang, belaian, usapan, dan sentuhan. Saat indera peraba tidak berfungsi maka semuanya akan terasa begitu sepi tanpa ada rasa kasih dan sayang. Selain itu rasa panas dan dingin tidak lagi terasa. Tubuh akan mudah terluka karena semuanya tidak terasa apapun.

Andaikan hilang satu saja fungsi indera pada diri kita, maka apakah kita akan ikhlas menerimanya? Mampukah beradaptasi dengan kondisi kehilangan indera? Pasti sangat sulit. jagalah pemberikan Allah tersebut berupa panca indera. Bersyukurlah atas segala nikmat yang kita miliki.

Mungkin saja diluar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita karena memiliki keterbatasan panca indera? Jika kita masih memiliki indera yang lengkap alhamdulillah. Andaikan salah satu indera kita tidak berfungsi Alhamdulillah hanya satu, bagaimana kalau banyak? Semoga saja Allah Swt senantiasa tetap memberikan panca indera yang terbaik sampai habis jatah hidup kita. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali