Mulya

Guru Geografi di MAN 2 Tangerang, Banten sejak tahun 2011 s.d sekarang. Aktivitas utama mendidik, selebihnya berkebun, menulis, berorganisasi, dan memancing....

Selengkapnya
Ada Apa Dengan Erupsi Gunung Api?
Sumber: liputan 6

Ada Apa Dengan Erupsi Gunung Api?

Indonesia merupakan negara bencana. Faktor penyebabnya yaitu Indonesia berada pada 3 lempeng dunia yaitu Indo-Australia dan Pasifik (lempeng benua), dan lempeng Eurasia (daratan). Ketiga lempeng tersebut saling bertubrukan (menciptakan daerah subduksi) akibat peristiwa konvergen.

Akibat tabrakan lempeng tersebut menyebabkan wilayah Indonesia memiliki daerah deretan pegunungan api aktif (busur dalam) baik sirkum (Papua, Maluku, dan Sulawesi) dan sirkum Mediterania (Sumatera, Jawa, Bali, Nusa tenggara, dan Maluku.

Pada busur dalam tersebut tepatnya pada zona subduksi di lapisan litosfer terjadi retakan akibat tabrakan lempeng sehingga memicu keluarnya magma dan membentuk deretan gunung api. Gunung-gunung pada deretan gunung api tersebut siap meletus kapanpun jika Allah berkendak.

Begitu juga dengan gunung merapi di Indonesia tepatnya di Yogyakarta. Tipe letusan gunung Merapi ini termasuk eksplosif. Gunung Merapi hanya satu dari sekian banyak gunung berapi di Indonesia.

Sebagian besar gunung api di Indonesia bentuknya strato (kerucut) dengan ciri magmanya kental, lokasinya magma sangat dalam, dan tekanannya gasnya kuat.

Setiap gunung api ketika akan meletus menunjukan adanya suatu gejala yaitu suhu sekitar gunung api meningkat, sumber mata air kering, terjadi gempa bumi tremor sekitar kawah, terdengar gemuruh dari dalam bumi, hewan-hewan dari atas gunung turun menjauh dari puncak gunung. Jika tanda-tanda tersebut ada maka dipastikan gunung api akan meletus.

Kondisi dilapangan saat gunung meletus bukanlah yang pasti. Terkadang diawali dengan letusan gas dari dalam bumi yang naik kepermukaan. Suhunya juga sekitar 400 derajat celsius jika menuruni lereng berbarengan dengan guguran lahar panas.

Hendaknya saat terjadi tanda-tanda gunung akan meletus warga disekitar gunung api upayakan menjauh dari kawah pada radius aman minimal 3 km dari kawah.

Selalu waspada terhadap bencana alam. Gunung meletus merupakan bencana alam. Bencana ini adalah penyebabnya adalah alam. Kita tidak bisa menghentikannya akan tetapi kita dapat meminimalisir resiko yang dapat menimpa diri kita. Jangan terjadilah kesalahan masa lalu saat Mbah Marijan dan pengikutnya yang menolak untuk dievakuasi sehingga pada saat itu semuanya tewas.

Setiap orang sudah seharusnya memiliki kesadaran yang tinggi terhadap potensi bencana apapun yang dapat terjadi di Indonesia. Selain itu terus belajar, membaca, dan mengikuti berbagai penyuluhan tentang pentingnya mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Semoga kita terhindar dari bencana alam. Allah senantiasa melindungi kita sehingga tidak benjadi korban. Aaminn.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali